Desa Aketola
Sejarah Desa Aketola
Desa Aketola terdiri dari dua kata, Ake artinya Air dan Tola artinya Putus (lewat). Latar belakang nama ini ketika hujan lebat terjadi banjir yang datang dari salah satu barangka (kali mati) di sebelah utara menuju kearah selatan melewati Wilayah Aketola dan bermuara kesungai Boloar sehingga kampung ini diberi nama oleh Sangaji Fara yaitu kampong Aketola.
Pada tahun 1915 yang saat itu berada kira-kira 2 KM di sebelah barat Desa Aketola sekarang ini. Kemudian pada tahun 1920 ada beberapa rumpun keluaraga dari kampung Tuol datang bergabung dengan warga kampung Aketola dan mereka hidup rukun.
Namun karena Desa Aketola tempat tinggalanya jauh dari jalan raya yang disebut oleh pemerintah Belanda maka pada tahun 1933 program dari Sangaji Fara, bahwa desa-desa yang jauh dari jalan raya diharuskan pindah dan menetap disepanjang jalan raya. Untuk itu Desa Aketola pun di pindahkan dan ditempatkan dilokasi milik warga Desa Awer, namun sudah di bayar oleh Sangaji Fara sehingga sampai saat ini menjadi milik Desa Aketola.
Kepala Desa Aketola Berturut-Turut Adalah Sebagai Berikut
No | Nama | Jabatan | Tahun | Ket |
1 | Boki Ngoa Balamo | Nyira | 1915-1955 |
|
2 | Bo Salama | Nyira | 1956-1960 |
|
3 | Wasa Dutu | Nyira | 1961-1969 |
|
4 | Demus (Niko Demus Thetto) | Nyira | 1970-2004 |
|
5 | Eddy Tjolly | Kepala Desa | 2006-2012 |
|
6 | Yosis Kumambong | Kepala Desa | 2012 – Sekarang |
|
